Berita

Megaproyek Peternakan Terintegrasi Rp20 Triliun untuk Pasokan MBG

Kementerian Pertanian mulai mengeksekusi program pembangunan klaster ayam petelur yang mencakup 13 provinsi, di mana 7 lokasi di antaranya langsung digarap.

Megaproyek Peternakan Terintegrasi Rp20 Triliun untuk Pasokan MBG – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengumumkan rencana pembangunan peternakan ayam pedaging dan petelur terintegrasi berskala masif dengan total anggaran khusus mencapai Rp20 triliun.

2. Kementan Bangun Klaster Ayam Petelur di 13 Provinsi

Kementerian Pertanian mulai mengeksekusi program pembangunan klaster ayam petelur yang mencakup 13 provinsi, di mana 7 lokasi di antaranya langsung digarap.

  • Langkah ini bertujuan memperkuat tata kelola perunggasan rakyat dari hulu ke hilir sekaligus mendongkrak kemandirian peternak.

  • Jika klaster ini beroperasi penuh, perputaran uang di sektor perunggasan nasional (pakan, daging, dan telur) diproyeksikan melonjak hingga Rp653 triliun.

Baca Juga :  Harga Ayam dan Telur di Bawah Acuan, Pemerintah Siapkan Intervensi Strategis

3. Kabar Baik: Tren Harga Pakan Ayam Mulai Turun

Bagi para peternak mandiri, penurunan biaya operasional membawa angin segar. Kementan mencatat adanya tren penurunan harga pakan ternak di tingkat produsen. Penurunan ini dipicu oleh kokohnya pasokan jagung nasional sebagai bahan baku utama, di mana Indonesia dilaporkan tidak melakukan impor jagung pakan, melainkan sudah berhasil mengekspornya ke Malaysia dan Filipina dari beberapa daerah penghasil.

4. Program MBG Jadi “Market Guarantee” dan Penyelamat Harga

Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas (GPPU) dan asosiasi peternak seperti Pinsar melihat program MBG sebagai peluang emas dan penstabil pasar unggas.

  • Program nasional ini diproyeksi menyerap hingga 328 ribu ton daging ayam, naik drastis dari tahun sebelumnya yang hanya sekitar 121 ribu ton.

  • Penyerapan rutin dalam jumlah besar ini dinilai menciptakan market guarantee yang mampu mengurangi gejolak harga livebird (ayam hidup) yang sering merugikan peternak rakyat.

5. Prospek Cerah Saham Emiten Perunggasan

Kondisi fundamental supply-demand yang lebih sehat membuat performa emiten perunggasan (poultry) di lantai bursa ikut terdongkrak. BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan status overweight untuk sektor ini dan merekomendasikan beli untuk saham-saham utama seperti CPIN (Charoen Pokphand), JPFA (Japfa Comfeed), dan MAIN (Malindo Feedmill) seiring dengan kenaikan harga daging ayam hidup dan DOC.

6. Tantangan Penyakit: Multiinfeksi Menjadi “New Normal”

Di balik optimisme ekonomi, dari sisi kesehatan hewan terdapat tantangan yang semakin kompleks. Para ahli kesehatan unggas mengingatkan peternak untuk memperketat biosekuriti karena kasus penyakit didominasi oleh multiinfeksi dan imunosupresi (penurunan daya tahan tubuh). Penyakit kompleks ini diperkirakan menjadi tantangan harian baru (new normal), sehingga manajemen vaksinasi di level hatchery (penetasan) kini semakin masif dilakukan.

Baca Juga :  Heboh Investor China Mau Suntik Rp 1,4 T ke Peternakan Ayam, Kadin Buka Suara!

Tim Unggas.web.id

Selamat datang di Unggas.web.id, Jendela Informasi Perunggasan Anda, platform media digital terdepan yang didedikasikan khusus untuk berbagi pengetahuan, tips praktis, dan berita terbaru seputar dunia unggas dan peternakan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button