Ayam Ringneck Pheasant: Asal Usul, Karakter, Harga, dan Panduan Lengkap Perawatannya
6 Varian Jenis dan Warna Ayam Ringneck Pheasant (Hewan Pendeteksi Gempa Bumi)

Ayam Ringneck Pheasant: Asal Usul, Karakter, Harga, dan Panduan Lengkap Perawatannya – Ayam hias selalu punya tempat tersendiri di hati para pencinta unggas. Salah satu yang paling naik daun dan punya tampilan super mewah adalah Ayam Ringneck Pheasant (Fasianus Kolkhis). Terkenal dengan corak bulunya yang eksotis dan ekornya yang panjang, ayam ini bukan cuma sekadar peliharaan, tapi juga simbol gengsi bagi pemiliknya.
Bagi Anda yang tertarik untuk memelihara unggas cantik ini, ada beberapa hal penting yang wajib diketahui. Yuk, simak ulasan lengkap mulai dari asal usul, karakter unik, harga terbaru di pasaran, hingga persiapan penting sebelum membawanya pulang!
Asal Usul Ayam Ringneck Pheasant
Meskipun sering disebut “ayam”, Ringneck Pheasant sebenarnya termasuk dalam keluarga burung pheasant (burung mandar/pegar).
Habitat Asli: Unggas ini berasal dari wilayah Asia Tengah dan Asia Timur (terutama Tiongkok dan sekitarnya).
Penyebaran Global: Karena keindahannya, pada abad ke-18 hingga ke-19, Ringneck Pheasant mulai dibawa ke Eropa dan Amerika Utara untuk dijadikan hewan buruan legal serta unggas hias di taman-taman bangsawan.
Ciri Khas Nama: Disebut “Ringneck” karena ayam jantan dewasa memiliki corak garis putih melingkar yang menyerupai kalung di bagian lehernya, kontras dengan warna bulu tubuhnya yang merah tembaga dan hijau metalik.
Karakter dan Perilaku Ayam Ringneck Pheasant
Sebelum memeliharanya, Anda harus paham bahwa sifat Ringneck Pheasant cukup berbeda dari ayam kampung atau ayam hias biasa. Berikut adalah karakteristik utamanya:
1. Semi-Liar dan Aktif
Ringneck Pheasant adalah unggas yang sangat aktif, gemar berlari, dan memiliki kemampuan terbang pendek yang cukup baik. Mereka tidak suka berdiam diri dan memiliki insting waspada yang tinggi.
2. Dimorfisme Seksual yang Jelas
Sangat mudah membedakan jantan dan betina saat mereka dewasa:
Jantan: Memiliki bulu yang sangat cerah (merah, hijau, biru metalik), ekor panjang bergaris, dan “kalung” putih di leher.
Betina: Warnanya cenderung kecokelatan samar (kamuflase) dengan ukuran tubuh dan ekor yang lebih pendek.
3. Suara yang Lantang
Ayam jantan memiliki suara kokokan yang khas—singkat, keras, dan terdengar seperti pekikan serak, terutama saat musim kawin atau ketika merasa terancam.
Harga Ayam Ringneck Pheasant Terbaru
Harga Ringneck Pheasant di Indonesia cukup bervariasi, tergantung pada usia, kualitas bulu, kesiapan kawin, dan kelangkaan jenis warnanya (seperti varian Green atau White Ringneck).
Berikut adalah estimasi harga rata-rata di pasaran saat ini:
| Usia Ayam | Estimasi Harga (Per Pasang) |
| Anakan (1–2 Bulan) | Rp 500.000 – Rp 1.000.000 |
| Remaja (4–6 Bulan) | Rp 1.500.000 – Rp 2.500.000 |
| Dewasa / Siap Jodoh | Rp 3.000.000 – Rp 4.500.000+ |
Catatan: Harga di atas bisa berubah sewaktu-waktu tergantung pada peternak (breeder) dan kondisi kesehatan sang ayam.
Persiapan Penting Sebelum Memelihara Ringneck Pheasant
Jangan terburu-buru membeli sebelum Anda menyiapkan fasilitas pendukungnya. Karena sifatnya yang semi-liar, berikut hal-hal wajib yang harus Anda siapkan:
1. Kandang Model Aviary (Wajib Tertutup Atas)
Ini adalah poin paling krusial. Jangan gunakan kandang ayam biasa yang terbuka atasnya.
Ukuran: Idealnya minimal 2 x 3 meter dengan tinggi 2 meter untuk satu pasang agar mereka bisa bergerak bebas.
Atap: Bagian atas kandang harus ditutup dengan jaring atau kawat ram. Jika tidak, ayam ini akan dengan mudah terbang kabur saat kaget.
2. Suasana Kandang yang Alami
Ringneck Pheasant mudah stres. Berikan beberapa tangkringan kayu, tanaman semak buatan, atau tumpukan jerami di dalam kandang. Ini berfungsi sebagai tempat bertengger dan area bersembunyi bagi betina jika dikejar oleh jantan yang terlalu agresif.
3. Manajemen Pakan dan Nutrisi
Pakan utama mereka sebenarnya mirip dengan ayam biasa, namun butuh kadar protein yang tepat:
Pakan Pokok: Voer (pur) ayam dengan protein tinggi (minimal 18%–20%).
Pakan Tambahan (Extra Fooding): Biji-bijian (jagung giling, milet), sayuran hijau (kangkung, sawi), dan jangkrik atau ulat hongkong untuk menjaga kualitas bulunya tetap berkilau.
4. Perlindungan dari Predator dan Cuaca
Pastikan fondasi bawah kandang dilapisi semen atau kawat agar tidak bisa dibongkar oleh tikus, garangan, atau kucing. Sediakan juga area teduh agar ayam bisa berlindung saat hujan deras atau terik matahari menyengat.
6 Varian Jenis dan Warna Ayam Ringneck Pheasant
Ayam Ringneck Pheasant (Phasianus colchicus) yang awalnya kita kenal dengan warna merah tembaga klasik (varian Common) ternyata sudah banyak dimutasi oleh para peternak dunia.

Secara umum, di dunia hobi ayam hias, ada sekitar 5 hingga 7 jenis varian warna utama Ringneck Pheasant yang paling populer dan sering dibudidayakan. Berikut adalah daftarnya:
1. Common Ringneck Pheasant (Klasik/Original)
Ini adalah jenis standar dan yang paling sering dijumpai.
Ciri-ciri: Jantannya memiliki perpaduan warna yang sangat kaya—tubuh merah tembaga keemasan, kepala hijau metalik kebiruan, bagian bawah tubuh hitam, dan tentunya lingkar kalung putih tebal di leher.
2. Green Ringneck Pheasant (Melanistic Mutant)
Varian ini merupakan hasil mutasi genetik yang sangat populer karena terlihat sangat mewah dan garang.
Ciri-ciri: Hampir seluruh tubuh ayam jantan berwarna hijau tua kebiruan dengan efek kilau metalik (iridescent). Di bawah sinar matahari, bulunya akan memantulkan warna kehijauan dan ungu yang sangat indah. Kalung putihnya biasanya menyamar atau bahkan hilang sama sekali.
3. White Ringneck Pheasant (Putih Polos)
Sesuai namanya, varian ini mengalami mutasi warna menjadi putih bersih di seluruh tubuhnya.
Ciri-ciri: Bulunya putih mulus dari kepala hingga ekor. Namun, mereka bukan albino karena matanya tetap berwarna gelap (hitam/cokelat), bukan merah. Kulit di sekitar matanya yang berwarna merah cerah terlihat sangat kontras dan cantik di atas bulu putihnya.
4. Jumbo Ringneck Pheasant
Varian ini sebenarnya mirip dengan warna Common (klasik), tetapi penampilannya sedikit berbeda karena fokus hasil persilangan.
Ciri-ciri: Warnanya cenderung sedikit lebih gelap atau lebih pudar dibanding tipe klasik, namun ukuran tubuhnya jauh lebih besar dan bongsor (bobotnya bisa 1,5 kali lipat dari Ringneck biasa).
5. Buff Ringneck Pheasant
Varian warna yang cukup kalem dan elegan, sering juga disebut warna krem atau jerami.
Ciri-ciri: Warna merah tembaga pada tipe klasik digantikan oleh warna cokelat muda kekuningan (krem/buff). Ayam jantan tetap mempertahankan kepala hijau dan kalung putihnya, namun kontras tubuhnya menjadi lebih lembut.
6. Blue Ringneck Pheasant
Salah satu varian yang cukup langka dan harganya biasanya lebih mahal di pasaran.
Ciri-ciri: Warna tubuhnya didominasi oleh abu-abu kebiruan (slate blue) yang dipadukan dengan corak khas pheasant. Penampilannya terlihat sangat eksklusif.
Ayam Ringneck Pheasant adalah investasi hiasan halaman yang sangat memanjakan mata. Meskipun membutuhkan modal awal yang lumayan untuk pembuatan kandang aviary dan pembelian indukan, perawatannya tergolong tidak terlalu rumit jika persiapannya sudah matang.
Tertarik untuk keindahan Asia Timur ini di pekarangan rumah Anda? Pastikan Anda membelinya dari peternak tepercaya untuk mendapatkan indukan yang sehat dan berkualitas!










