Unggas Petelur

Bebek Magelang (Bebek Kalung)

Primadona Bebek Petelur Lokal yang Tangguh

Bebek Magelang (Bebek Kalung) – Di kalangan peternak unggas air di Indonesia, Bebek Magelang bukanlah nama yang asing. Bebek lokal asli Indonesia ini merupakan salah satu rumpun bebek petelur unggulan yang memiliki produktivitas tinggi. Dinamakan “Bebek Kalung” karena ciri fisik uniknya, ras ini menjadi aset genetik berharga yang banyak dibudidayakan, khususnya di pulau Jawa, untuk memenuhi kebutuhan telur bebek nasional.


1. Asal-Usul dan Habitat

Sesuai namanya, bebek ini merupakan ras lokal yang berkembang dan berasal dari Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, tepatnya di daerah sekitar kecamataan Secang, Grabag, dan Ambarawa.

Masyarakat setempat telah membudidayakan bebek ini secara turun-temurun. Awalnya, bebek ini dipelihara dengan sistem gembala (angon) di sawah-sawah setelah masa panen. Namun seiring menyempitnya lahan, kini Bebek Magelang banyak dibudidayakan secara intensif di dalam kandang karena adaptasinya yang sangat baik.

Baca Juga :  Ayam Elba Petelur

2. Karakteristik Fisik yang Unik (Ciri Khas “Kalung”)

Bebek Magelang memiliki ciri fisik yang sangat distingtif dan mudah dibedakan dari jenis bebek lokal lainnya seperti Bebek Mojosari atau Bebek Tegal.

  • Ciri “Kalung” (Plisir): Ciri paling utama adalah adanya lingkaran bulu berwarna putih bersih yang melingkari leher bebek layaknya sebuah kalung. Pada bebek jantan, kalung ini biasanya terlihat lebih jelas dan melingkar penuh.

  • Warna Bulu: Didominasi oleh warna cokelat kurik (cokelat campuran abu-abu atau totol-totol) dari kepala hingga ujung ekor. Bagian dada sering kali memiliki warna cokelat yang lebih terang atau putih.

  • Bentuk Tubuh: Memiliki postur tubuh yang tegak dan berbentuk seperti botol saat berdiri, khas bebek petelur (tipe ringan). Badannya ramping namun padat.

  • Warna Kaki dan Paruh: Kaki dan paruhnya umumnya berwarna hitam atau abu-abu gelap kehitaman.

  • Bobot Badan: Bebek dewasa jantan memiliki bobot sekitar 1,8 hingga 2 kg, sedangkan betina dewasa berkisar antara 1,6 hingga 1,8 kg.


3. Performa Produksi Telur

Sebagai bebek tipe petelur, Bebek Magelang memiliki efisiensi dan tingkat produksi yang sangat kompetitif:

  • Jumlah Produksi Telur: Dalam kondisi pemeliharaan yang optimal (intensif), Bebek Magelang mampu menghasilkan sekitar 200 hingga 230 butir telur per ekor per tahun. Bahkan pada puncaknya, hen day production (persentase bertelur harian kelompok) bisa mencapai 70–80%.

  • Usia Mulai Bertelur: Bebek betina mulai memasuki masa produksi atau matang kelamin pada usia 5 hingga 6 bulan (sekitar 20–24 minggu).

  • Karakteristik Telur: Ukuran telurnya relatif besar dengan bobot berkisar antara 65–70 gram per butir. Cangkang telurnya berwarna hijau kebiruan (khas telur bebek) yang tebal, sehingga meminimalisir risiko retak saat dipindahkan.

Baca Juga :  Panduan Lengkap: Cara Budidaya Bebek Alabio untuk Pemula hingga Skala Bisnis

4. Manajemen Pemeliharaan Bebek Magelang

Untuk mencapai target produksi yang tinggi, penerapan manajemen pemeliharaan yang semi-intensif atau intensif sangat direkomendasikan.

A. Sistem Perkandangan

Bebek Magelang sangat cocok dipelihara dengan sistem kandang kelompok (koloni) model lantai liter atau kandang ren (kandang yang memiliki area halaman umbaran tertutup dan area berteduh).

  • Pastikan lantai kandang tetap kering menggunakan alas sekam padi atau serbuk gergaji agar bebek tidak mudah terserang penyakit akibat kelembapan tinggi.

  • Sediakan tempat bertelur berupa sekat-sekat kecil di sudut kandang yang diberi alas jerami kering agar telur bersih dan tidak pecah terinjak.

B. Pemberian Pakan (Nutrisi)

Bebek membutuhkan asupan protein yang cukup tinggi untuk memproduksi telur secara konsisten.

  • Kandungan Nutrisi: Pakan untuk bebek petelur fase produksi membutuhkan kadar protein berkisar antara 16–18% serta kandungan kalsium yang tinggi untuk pembentukan cangkang telur.

  • Bahan Pakan Lokal: Peternak sering kali mencampur konsentrat pabrikan dengan bahan lokal yang mudah ditemui di Magelang dan sekitarnya, seperti dedak padi (katul), jagung giling, menir, tepung ikan, atau keong sawah/kupang sebagai sumber protein tambahan.


5. Kelebihan Bebek Magelang

Mengapa banyak peternak memilih Bebek Magelang? Berikut adalah beberapa keuntungan utamanya:

  1. Daya Tahan Tubuh Kuat: Sebagai unggas lokal, Bebek Magelang memiliki imunitas alami yang sangat baik terhadap penyakit endemik dan cuaca tropis Indonesia.

  2. Masa Produksi Panjang: Masa ekonomis bertelur Bebek Magelang relatif lama, bisa bertahan produktif hingga 2 sampai 3 tahun masa produksi jika pakan dan kesehatannya terjaga.

  3. Dagingnya Laku Dijual: Ketika masa produktifnya habis (bebek afkir), postur tubuhnya yang cukup padat membuat bebek ini tetap bernilai ekonomis tinggi untuk dijual sebagai bebek pedaging di warung-warung kuliner.

  4. Mudah Beradaptasi: Tidak mudah stres menghadapi perubahan lingkungan dibandingkan dengan beberapa jenis unggas petelur lainnya.

Baca Juga :  Bebek Alabio (Anas platyrhynchos domesticus)

Bebek Magelang Di Peternakan
Bebek Magelang Di Peternakan

Bebek Magelang atau Bebek Kalung adalah salah satu ikon peternakan lokal yang terbukti mampu memberikan keuntungan konsisten bagi para peternak. Karakteristik fisiknya yang unik dengan guratan putih di leher tidak hanya menjadi penanda estetika, tetapi juga jaminan mutu komoditas petelur yang andal. Melalui manajemen pakan yang tepat dan kebersihan kandang yang konsisten, budidaya Bebek Magelang menawarkan peluang bisnis yang sangat menjanjikan di sektor pangan.

Tim Unggas.web.id

Selamat datang di Unggas.web.id, Jendela Informasi Perunggasan Anda, platform media digital terdepan yang didedikasikan khusus untuk berbagi pengetahuan, tips praktis, dan berita terbaru seputar dunia unggas dan peternakan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button