
Ayam Hias Golden Pheasant – Jika Anda mencari unggas hias dengan tampilan yang luar biasa mewah, Ayam Golden Pheasant (Chrysolophus pictus) adalah jawabannya. Sering kali dijuluki sebagai salah satu burung tercantik di dunia, unggas yang sebenarnya masuk dalam keluarga burung kuau (pheasant) ini menjadi primadona di kalangan kolektor satwa eksotis.
Berasal dari wilayah pegunungan di China Barat, burung ini kini telah tersebar luas dan banyak ditangkarkan di Indonesia sebagai ayam hias premium. Yuk, bedah secara mendalam tentang karakteristik, harga di pasaran, hingga rahasia sukses merawat Golden Pheasant agar bulunya tetap indah!

Karakteristik dan Ciri Fisik Ayam Golden Pheasant
Daya tarik utama dari Golden Pheasant terletak pada dimorfisme seksualnya—perbedaan tampilan yang sangat kontras antara jantan dan betina.
1. Ciri Golden Pheasant Jantan (The Showstopper)
Ayam jantan memiliki kombinasi warna yang sangat mencolok dan eksotis:
Jambul Emas: Bagian atas kepalanya dihiasi jambul berwarna kuning keemasan yang berkilau.
Kerah Oranye-Hitam: Memiliki bulu-bulu di bagian leher berbentuk seperti kipas atau kerah (ruff) berwarna oranye dengan garis-garis hitam tipis.
Tubuh Merah Menyala: Bagian dada hingga perut berwarna merah cerah.
Ekor Panjang: Panjang ekornya bisa mencapai dua pertiga dari total panjang tubuhnya, dengan motif bintik-bintik cokelat kayu yang elegan.
2. Ciri Golden Pheasant Betina
Berbeda terbalik dengan pasangannya, Golden Pheasant betina memiliki penampilan yang jauh lebih sederhana (kamuflase alami):
Didominasi oleh warna cokelat kusam dengan garis-garis (lurik) hitam di sekujur tubuhnya.
Ukuran tubuh lebih kecil dan ekornya tidak sepanjang ayam jantan.
Penampilan minimalis ini berguna untuk menyamar di semak-semak saat mengerami telur agar terhindar dari predator.
Variasi Mutasi Warna Golden Pheasant yang Populer
Selain warna “Original Red” yang sering kita jumpai, hasil penangkaran bertahun-tahun telah melahirkan beberapa mutasi warna yang tidak kalah memukau:
Yellow Golden Pheasant: Mutasi di mana warna merah pada tubuh jantan digantikan oleh warna kuning lemon yang cerah.
Dark-Throated Golden: Memiliki warna kulit leher dan punggung yang cenderung lebih gelap atau kehitaman.
Cinnamon Golden: Memiliki warna bulu yang lebih lembut dengan sentuhan cokelat kayu manis (cinnamon).
Panduan Cara Merawat Ayam Golden Pheasant bagi Pemula
Meskipun terlihat seperti satwa yang manja, Golden Pheasant sebenarnya memiliki daya tahan tubuh yang cukup kuat terhadap perubahan cuaca di Indonesia, asalkan kebutuhan dasarnya terpenuhi.

1. Kebutuhan Kandang (Aviary)
Golden Pheasant adalah burung yang aktif dan suka melompat serta terbang pendek.
Tipe Kandang: Sangat disarankan menggunakan kandang jenis Aviary (kandangan besar yang menyatu dengan tanah dan diberi tanaman pelindung).
Ukuran Minimal: Untuk sepasang ayam, minimal ukuran kandangnya adalah 2 x 3 meter dengan tinggi 2 meter.
Atap Kandang: Pastikan bagian atas kandang ditutup dengan jaring atau kawat ram karena mereka bisa terbang tinggi saat kaget.
2. Pakan dan Nutrisi
Di alam liar, mereka adalah pemakan segala (omnivora). Untuk perawatan di kandang, Anda bisa memberikan kombinasi berikut:
Pakan Utama: Voer atau pur ayam berkualitas (pilih yang memiliki kandungan protein sekitar 18-20%).
Pakan Tambahan (Extra Fooding): Jangkrik, ulat hongkong, atau cacing tanah untuk mendongkrak birahi dan stamina.
Sayuran & Biji-bijian: Irisan sawi, kangkung, tauge, jagung giling, dan milet merah sebagai variasi agar ayam tidak bosan.
3. Kesehatan dan Kebersihan
Jaga agar lantai kandang tetap kering. Kelembapan yang terlalu tinggi bisa memicu jamur dan penyakit cacingan.
Berikan obat cacing secara berkala setiap 3–6 bulan sekali.
Tips Budidaya (Breeding) Golden Pheasant
Menangkarkan Golden Pheasant bisa menjadi investasi yang sangat menguntungkan. Berikut siklus reproduksi yang perlu Anda ketahui:
Usia Matang Seksual: Ayam betina biasanya siap bertelur pada usia 1 tahun, sedangkan ayam jantan baru mendapatkan warna bulu dewasanya secara sempurna (dan matang secara seksual) pada usia 2 tahun.
Musim Kawin: Di Indonesia, mereka biasanya mulai produktif saat memasuki musim hujan atau sekitar bulan September hingga Maret.
Jumlah Telur: Dalam satu musim, betina bisa menghasilkan 8 hingga 12 butir telur.
Sistem Pengeraman: Menggunakan mesin tetas (inkubator) jauh lebih efektif untuk meningkatkan persentase kelulusan hidup anakan dibandingkan dibiarkan dierami sendiri oleh induknya yang kadang mudah stres.
Daftar Harga Ayam Golden Pheasant Terbaru di Indonesia
Harga Golden Pheasant sangat bervariasi tergantung pada usia, kualitas warna, dan kesiapan reproduksinya. Berikut adalah estimasi harga rata-rata di pasaran kolektor ayam hias saat ini:
| Usia Ayam | Estimasi Harga Per Pasang (Jantan & Betina) |
| Anakan (Usia 2-3 Bulan) | Rp 3.500.000 – Rp 5.000.000 |
| Remaja (Usia 7-10 Bulan) | Rp 6.500.000 – Rp 8.500.000 |
| Dewasa / Siap Produksi (2 Tahun+) | Rp 10.000.000 – Rp 15.000.000+ |
Catatan: Harga di atas dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada kelangkaan mutasi warna (seperti tipe Yellow atau Dark-Throated yang biasanya dibanderol lebih mahal).
Apakah Worth It Memelihara Golden Pheasant?
Memelihara Ayam Golden Pheasant bukan sekadar menyalurkan hobi, melainkan juga sebuah prestise dan investasi yang menjanjikan. Keindahan visualnya saat berjalan di halaman rumah menjadi terapi stres tersendiri bagi pemiliknya. Ditambah lagi, harga jual anakan yang stabil membuat peluang bisnis budidaya unggas hias ini masih sangat terbuka lebar.












