Biosekuriti

Mengenal Penyakit Tetelo (Newcastle Disease) pada Unggas

Penyakit ini disebabkan oleh virus yang sangat menular dan menimbulkan kerugian ekonomi yang luar biasa bagi peternak

Penyakit Tetelo, yang di dunia internasional dikenal sebagai Newcastle Disease (ND), adalah penyakit infeksi viral akut yang menyerang berbagai jenis unggas, terutama ayam. Penyakit ini disebabkan oleh virus yang sangat menular dan menimbulkan kerugian ekonomi yang luar biasa bagi peternak akibat angka kematian yang sangat tinggi, penurunan produksi, dan biaya pengendalian yang mahal.


1. Etiologi (Penyebab Penyakit)

Berbeda dengan Snot yang disebabkan oleh bakteri, Tetelo disebabkan oleh virus, yaitu Avian Paramyxovirus Serotype 1 (APMV-1) yang termasuk dalam genus Orthoavulavirus dan famili Paramyxoviridae.

Berdasarkan tingkat keganasannya (virulensi), strain virus ND dibagi menjadi tiga kelompok utama:

  • Strain Velogenik (Ganas): Menyebabkan kematian sangat tinggi (mencapai 90–100%) secara mendadak. Strain inilah yang paling ditakuti dan sering disebut Tetelo ganas.

  • Strain Mesogenik (Sedang): Menyebabkan gejala pernapasan akut, penurunan produksi telur, namun angka kematian lebih rendah (terutama pada ayam dewasa).

  • Strain Lentogenik (Ringan): Infeksi bersifat ringan atau tanpa gejala (subklinis). Strain ini biasanya dimodifikasi di laboratorium untuk digunakan sebagai bahan vaksin aktif.


2. Gejala Klinis (Ciri-Ciri Ayam Terserang Tetelo)

Gejala Tetelo sangat bervariasi tergantung pada organ tubuh mana yang diserang oleh virus tersebut (apakah sistem pernapasan, pencernaan, atau saraf). Secara umum, gejala klinisnya meliputi:

Baca Juga :  Mengenal Penyakit Snot (Infectious Coryza) pada Ayam

A. Gejala Sistem Saraf (Ciri Khas Tetelo)

  • Torticollis (Leher Berputar): Kepala ayam berputar ke belakang, ke bawah, atau melintir secara tidak wajar. Ini adalah gejala paling ikonik dari penyakit Tetelo.

  • Kelumpuhan: Ayam mengalami kelumpuhan pada kaki (sehingga tidak bisa berdiri) atau sayap yang terkulai lesu.

  • Tremor: Tubuh ayam gemetar dan kehilangan koordinasi saat bergerak (ataksia).

B. Gejala Sistem Pernapasan dan Pencernaan

  • Gangguan Napas Berat: Ayam megap-megap (bernapas lewat mulut), batuk, bersin, dan terdengar suara ngorok yang sangat jelas.

  • Diare Hijau Komo (Encer): Kotoran ayam berwarna hijau tua pekat bercampur lendir putih. Hal ini terjadi karena kerusakan pada saluran pencernaan.

  • Pembengkakan Wajah: Area di sekitar mata dan kepala kadang terlihat membengkak kebiruan (sianosis).

C. Penurunan Produktivitas

  • Pada ayam petelur, produksi telur langsung merosot hingga titik terendah atau berhenti total.

  • Kualitas kerabang (cangkang) telur menjadi sangat buruk, lembek, atau bentuknya tidak simetris.


3. Patologi Anatomi (Perubahan Organ Dalam)

Jika dilakukan bedah bangkai (nekropsi) pada ayam yang mati akibat ND velogenik, tanda-tanda patologis yang paling sering ditemukan adalah:

  • Pendarahan pada Proventrikulus: Ditemukan bintik-bintik pendarahan (petechiae) yang sangat jelas pada kelenjar lambung (proventrikulus) ayam. Ini adalah salah satu kunci diagnosis ND di lapangan.

  • Pendarahan pada Peyer’s Patches: Terdapat luka atau pendarahan berbentuk lonjong pada jaringan limfoid di usus (ileum dan sekum).

  • Radang Kantung Udara: Kantung udara (airsac) menjadi keruh dan menebal.


4. Cara Penularan dan Penyebaran

Virus ND diekskresikan (dikeluarkan) oleh ayam yang sakit melalui udara pernapasan, kotoran (feses), air liur, dan telur. Penularan terjadi melalui:

  1. Inhalasi (Udara): Ayam sehat menghirup udara atau debu kandang yang mengandung partikel virus dari ayam yang bersin.

  2. Ingesti (Makanan/Minuman): Mengonsumsi pakan atau air yang telah tercemar oleh kotoran ayam sakit.

  3. Fomit (Media Perantara): Virus terbawa oleh pakaian peternak, alas kaki, peralatan kandang, atau kendaraan yang berpindah dari kandang sakit ke kandang sehat.

Baca Juga :  Mengapa Ayam Sering Mematuk Telurnya Sendiri?

5. Pengobatan: Apakah Tetelo Bisa Sembuh?

Fakta Medis Penting: Hingga saat ini, tidak ada obat yang dapat menyembuhkan penyakit Tetelo karena penyakit ini disebabkan oleh virus. Antibiotik tidak akan mempan membunuh virus ND.

Dampak Penyakit Tetelo Terhadap Ayam peliharaan
Dampak Penyakit Tetelo Terhadap Ayam peliharaan

Jika flok ayam Anda terlanjur terserang Tetelo strain ganas (velogenik), tindakan yang harus diambil adalah:

  • Eradikasi / Pemusnahan: Ayam yang sudah menunjukkan gejala saraf (leher melintir) sebaiknya segera dimusnahkan (disembelih dan dikubur/dibakar) agar tidak menjadi pabrik penyebar virus di dalam kandang.

  • Terapi Suportif untuk Ayam yang Masih Sehat: Berikan vitamin dosis tinggi (terutama Vitamin C, E, dan Imunostimulan) untuk mendongkrak antibodi ayam lain yang belum bergejala.

  • Pencegahan Infeksi Sekunder: Pemberian antibiotik broad-spectrum kadang dilakukan bukan untuk mengobati Tetelonya, melainkan untuk mencegah bakteri lain (seperti E. coli atau Snot) ikut menyerang tubuh ayam yang sedang lemah.


6. Strategi Pencegahan Total (Kunci Utama)

Satu-satunya cara agar peternakan terhindar dari kehancuran akibat Tetelo adalah melalui Pencegahan Berlapis.

A. Program Vaksinasi ND (Mutlak)

Vaksinasi bertujuan membentuk kekebalan tubuh ayam sebelum virus asli menyerang. Jadwal standar pada ayam buras/ras biasanya meliputi:

  • Umur 4 Hari: Vaksinasi pertama menggunakan vaksin aktif strain Lentogenik (misalnya strain F atau Lasota) lewat tetes mata atau tetes hidung. Sering kali dikombinasikan dengan vaksin inaktif (suntik).

  • Umur 3–4 Minggu: Vaksinasi penguat (booster) menggunakan vaksin aktif lewat air minum atau suntikan.

  • Secara Berkala: Pada ayam petelur (layer) atau ayam kampung petelur, vaksinasi ND diulang setiap 2–3 bulan sekali menggunakan vaksin inaktif atau aktif untuk menjaga titer antibodi tetap tinggi.

B. Biosekuriti Super Ketat

  • Desinfeksi Rutin: Semprot seluruh area kandang dengan desinfektan golongan formalin, iodium, atau quaternary ammonium secara berkala. Virus ND sensitif terhadap desinfektan ini.

  • Karantina Ketat: Jangan pernah memasukkan ayam baru yang tidak jelas riwayat vaksinasinya ke dalam kandang utama tanpa dikarantina selama minimal 2 minggu.

  • Pencegahan Hewan Liar: Pasang jaring agar burung liar, tikus, atau hewan pengerat tidak bisa masuk ke dalam kandang dan membawa virus dari luar.

Baca Juga :  Mengapa Ayam Sering Mematuk Telurnya Sendiri?

Tetelo (Newcastle Disease) adalah pembunuh nomor satu pada industri perunggasan yang tidak bisa disepelekan. Kegagalan melakukan vaksinasi dan kelengahan dalam menjaga kebersihan kandang (biosekuriti) dapat mengakibatkan kerugian total (depopulasi). Selalu patuhi jadwal vaksinasi dan jaga kondisi sirkulasi udara kandang agar daya tahan tubuh ayam tetap optimal.

Tim Unggas.web.id

Selamat datang di Unggas.web.id, Jendela Informasi Perunggasan Anda, platform media digital terdepan yang didedikasikan khusus untuk berbagi pengetahuan, tips praktis, dan berita terbaru seputar dunia unggas dan peternakan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button